Sri Mulyani Indrawati : "Seperti Kresna Dalam Kisah Baratha Yudha"

7:35 PM

"behind every great man, there's a great woman."
cukup menarik. ketika kita menyimpulkan bahwa sebelum era wanita berjaya, quote itu sangat pasif. Wanita diibaratkan sebagai peralatan dapur yang menunjang keberlangsungan hidup suami-suami. Penting, namun tidak dianggap. Well, itu jaman dahulu. It's done. sudah berlalu. tewas. musnah (tapi pasti masih ada yang menerapkan ibarat itu).
It's 2010, people. We have a same right. kesetaraan wanita dan pria kini hampir seimbang, meskipun pribadi wanita masih terbawa dengan adat 'nurut dan nglakoni', tetapi dalam hal emansipasi..silahkan merasa bangga, wanita. Karena kita unggul.
Dikatakan bahwa wanita memiliki jiwa dan batin yang peka. wanita memiliki social programming yang di latih dan di asah secara otodidak. Terasah seiring tumbuhnya kedewasaan wanita. Social programming adalah didikan norma-norma, cara berpikir dan pembentukan mentalitas wanita. Wanita telah sejak dini dibentuk, di-create untuk dapat 'mengatur' tidak dengan emosi dan fisik melainkan menggunakan hati dan logika.
Meet our Indonesian woman. Contoh nyata bagaimana wanita mampu memegang tongkat kendali, hanya dengan bermodalkan doa, tasbih, mental kuat, kecerdasan, dan kepercayaan.

SRI MULYANI INDRAWATI.



Begitu famous-nya nama tersebut. Semenjak beliau mengaplikasikan ilmunya selama menjalani pendidikan sebagai Menteri Keuangan di pemerintahan Indonesia. Yes. Beliau adalah manusia yang dikatakan merupakan salah satu pusat kehidupan di Indonesia. Memimpin, mengatur, mengarahkan, menenangkan.
Lebih dari itu, ibu dari tiga orang anak ini begitu menjadi primadona ketika keberhasilannya memperbaiki 'kebolongan' pemerintahan Indonesia. Menyelamatkan Indonesia dari krisis dunia. Ia pun sempat mendapat predikat Menteri Keuangan terbaik Asia tahun 2006 oleh Emerging Markets. Beliau pun menjadi sorotan, menjadi Wanita Paling Berpengaruh di urutan ke-23 oleh majalah Forbes tahun 2008 dan Wanita Paling Berpengaruh ke-2 versi majalah Globe Asia, Oktober 2007.
Tidak diragukan lagi. Track record beliau dalam mengabdikan dirinya kepada Indonesia. Kita patut memberikannya standing applause.

Manusia. Setiap orang yang berhasil mencapai kesuksesan dalam suatu organisasi atau kelompok, pasti akan diiringi dengan kedengkian anggota lain. Penjatuhan mental, pencemaran nama baik, meemancing emosi. Masalah besar Bank Century menyeret beliau. Keberadaannya pun kian diragukan oleh masyarakat. Cukup membuat orang lain jatuh pingsan dan bunuh diri sepertinya.
Namun beliau berbeda. Beliau Sri Mulyani Indrawati. Seorang istri dan ibu. Pernah suatu kali saya menonton berita. Saat sidang BPK, dimana Mbak Ani (panggilan Ibu Sri Mulyani) tengah diberondong pertanyaan tentang keterlibatan beliau terhadap isu bailout Bank Century. Ketika kamera menyorot Mbak Ani yang tengah mendengarkan pertanyaan, tidak sengaja saya melihat, bahkan mungkin kalian semua, beliau menggenggam tasbih. Entah mungkin itu bagi orang-orang yang kontra Mbak Ani, itu merupakan sebuah kamuflase dalam menarik simpati masyarakat. Bagi saya, itu merupakan sebuah keprihatinan dan kepercayaan. Sungguh, jujur saya lega dan tersenyum ketika itu. Mbak Ani masih memiliki keyakinan. Beliau menjawab segala pertanyaan, bhakan dapat dibilang lebih pada sebuah cercaan, dengan santai, lugas, tegas, namun kritis. Tanpa menaikkan suara satu oktaf pun.

Ingat tentang kisah legenda perang Bharata Yudha? Ada tokoh bernama Kresna. Dikisahkan karakter tokoh Kresna yang mencintai perdamaian. Kresna berpandangan, bahwa musuh tidak kenal sanak saudara. Artinya meskipun saudara, bila ia berkedudukan sebagai musuh, maka harus dimusnahkannya. Sikap Kresna itu terlihat pada waktu Arjuna berkeberatan untuk melawan sanak saudaranya dan gurunya dalam perang Bharatayudha. Kresna memberi nasihat dan tidak membenarkan bila Arjuna bersedih hati, enggan dan ragu-ragu. Kata-kata Kresna dalam Bhagawadgita dapat diringkas isinya demikian. ”Arjuna mengapa engkau susah dan lemah hati? Pada saat krisis, lemah semangat bukan sikap seorang kesatria. Itu bukan sikap luhur, tetapi sikap yang memalukan. Jangan kau biarkan kelemahan itu. Itu tidak sesuai bagimu. Enyahlah rasa cemas dan kecut. Bangkitlah, hai pahlawan jaya.”

"Engkau sedih bagi mereka yang tidak sepantasnya kau susahkan. Engkau sering berbicara tentang budi pekerti. Orang budiman tidak sepantasnya bersedih bagi orang hidup atau mati. Apa yang tinggal di badan setiap orang tidak akan terbunuh. Oleh karena itu hai Arjuna, jangan berduka atas kematian makhluk manapun juga! Sadarlah akan kewajibanmu, engkau tidak boleh gentar. Bagi kesatria tiada kebahagiaan lebih besar dari pada bertempur untuk menegakkan kebenaran. Berbahagialah kesatria yang berkesempatan untuk bertempur tanpa harus dicari-cari olehnya. Pintu terbuka baginya. Tetapi, hai Arjuna! Engkau tiada melakukan perang untuk menegakkan kebenaran. Engkau meninggalkan kewajiban dan kehormatanmu. Maka dosa pulalah bagimu. Orang akan terus membicarakan nama burukmu. Bagi orang terhormat yang kehilangan kehormatan, lebih buruk daripada kematian. Para pahlawan besar akan mengira engkau pengecut, lari dari pertempuran. Mereka yang pernah memuja engkau akan merendahkanmu dengan penghinaan. Banyak caci-maki terlontar padamu. Musuh akan menjelekkan dan menghina kekuatanmu. Adakah yang lebih dari semua itu? Andaikan tewas, engkau akan menikmati surga. Kalau menang engkau akan menikmati dunia. Oleh karena itu, hai Arjuna! Bulatkan tekad, bertempurlah, majulah!"
(Bhagawadgita II : 30-37)

Begitulah Sri Mulyani. Kita dapat melihat sosok Kresna dalam diri Beliau. Kini ketika isu beliau akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan Kabinet Republik Indonesia, beberapa orang bersorak gembira. Tuhan Maha Adil. Ketika umat-Nya diberikan cobaan, maka Tuhan akan memberikan gantinya yang setimpal. Beliau direkrut menjadi Direktur Bank Dunia. Kini pendukunganya pun bersorak bangga dan bahagia.

Indonesia tengah mengalami fase puber kedua. Manja, banyak maunya, dan banyak mengeluh. Istilah kata kini Indonesia sedang 'labil'.

Sri Mulyani Indrawati.
Seorang istri dan Ibu. Ibu dari anak-anaknya, dan juga ibu dari 'negara'nya yang sedang beranjak dewasa.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe