Perpindahan seperti ini, selalu memakan waktu. Bahkan tenaga. Kardus demi kardus terhampar memenuhi ruangan yang tak seberapa besarnya, dan semakin menyulitkan orang untuk melangkah. Aku berdiri diantaranya, termenung memandangi kotak-kotak besar yang berisikan hal terpenting maupun rongsokan yang dengan keras kepala tetap aku simpan. Beberapa kardus telah tertutup rapi, namun ada pula kardus yang enggan menutup rapat karena terlalu sesak. Aku duduk di...
Pernah tahu proses kain batik celup? Kain putih polos tanpa motif, kemudian kain diikat dengan karet gelang atau tali rafia, selanjutnya dicelup pada pewarna kain. Semacam itu lah proses kain batik celup. Kita, atau entah aku saja, asumsikan lah sebagai kain batik celup. Awalnya kita seperti kain, tidak memiliki isi, tidak memiliki pola, polos dan kosong. Lalu kita terikat, pada hal yang sebut...
Petaka untukmu. Bahkan sekolah pun mulai diresahkan. Bukan perkara sistem lagi, tapi moral. Oh tidak, siapa aku membicarakan moral? Tidak ada yang berhak membicarakan moral selama tingkah kita sendiri masih diragukan normal. Tidak ada lagi aman. Tidak ada lagi tawa di taman. Hanya meninggalkan ketakutan. Itu teman atau lawan? Aku miris dengan yang terjadi. Kenyataan bahwa yang kecil saja sudah di patahkan mentalnya....
Kenyataannya, bahwa aku menunggu hampir 10 menit untuk memulai tulisan ini. Kalimat pertama saja. Kemudian disusul helaan nafas. Terakhir, doa. Aku tahu menulis di media terbuka macam Twitter memiliki resiko sosial tinggi. Kekhawatiran di anggap terlalu curhat, terlalu lemah, terlalu 'ngapain sih nulis beginian di Twitter?' selalu ada. Pernahkan kalian merasa begitu? Oh atau mungkin aku saja yang terlalu peduli dengan itu semua....
Dulu aku ingin jadi penulis. Aku pernah mantap berkata pada ibuku. Mah, aku mau jadi penulis. Kemudian, itu hanya menjadi omong kosong bocah remaja berusia belasan yang histeris bila melihat personil Westlife di televisi. Bertumbuh dewasa, bukan hanya fisik yang semakin gempal, namun angan-anganku pun mengempis. Jika aku ingat kembali alasanku untuk menjadi penulis, rasa-rasanya itu adalah alasan paling tidak rasional. Aku menyadarinya...